PEMIKIRAN ISLAM MENURUT THAHA HUSEIN

Pendahuluan

Banyak hal yang menarik untuk diketahui dan dikaji pemikiran-pemikiran Thaha Husein dalam berbagai bidang, seperti pemikirannya di bidang kebudayaan, pendidikan, politik dan sastra Jahili, kisah-kisah dalam al-Qur’an dan juga pemikirannya di bidang titik temu agama-agama.

Hampir seluruh pemikirannya mendapatkan tantangan dari para ulama al-Azhar yang berada di garis konservatif, dan mereka tidak segan-segan mengatakan bahwa Thaha Husein adalah seorang tokoh yang sekuler karena gagasan-gagasannya sangat kontroversial dan sangat sekularistik.

Di antara pemikir yang melancarkan kritik terhadap gagasan-gagasan Thaha Husein dalam berbagai bidang tersebut adalah Muhammad al-Khudar Husein, Musthafa Shidiq ar-Rafi’i, Muhammad Farid Wajdy, Rasyid Rida, Anwar Jundy dan Maryam Jamelah. Kritik tersebut setidaknya dapat dibaca dalam buku Anwar Jundy, T{a>ha> H{usayn, H{aya>tuhu> wa fikruhu> fi> Mi>za>n al-Isla>m dan Maryam Jamelah, Islam and Modernism atau pada as-Sira’ bayna al-Fikrah al-Islami>yah wa al-Fikrah al-Gharbi>yah Fi> al-Aqta>r al-Islami>yah Karya Abu> al-H{asan ‘Ali> al-H{usni an-Nadawi>.

Setelah Thaha Husein meninggal (1973) banyak tokoh bersimpati terhadap gagasan-gagasannya, karena Thaha Husein tenyata telah berbuat sesuatu yang terbaik untuk kemajuan negeri Mesir. Terhadap gagasan-gagasan Thaha Husein tersebut, Harun Nasution mengatakan “untuk masa puluhan tahun yag lalu ide-ide Thaha Husein itu terlalu baru dan payah dapat diterima. Untuk masa kini (1975) ide-ide itu tidak terlalu baru lagi dan sudah dapat diterima dalam kalangan umat Islam”.

Tulisan ini akan mengetengahkan kontroversial pemikiran Thaha Husein dan langkah-langkah konkrit, selama menjadi birokrat (menteri), dalam menggagas pemikirannya, khususnya dalam bidang pendidikan.

klik disini

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.